Category Archives: Artikel Keorganisasian

organisasi

Secara sederhana organisasi dapat diberi pengertian sebagai suatu system yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Lengkapnya dapat dinyatakan sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, utamanya lagi kesatuan tersebut mampunyai batas-batas yang jelas sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Lubis dan Martin,1989).
Oleh sebab itu berbagai macam organisasi terbentuk sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Problematika mendasar yang sering muncul dalam organisasi adalah konsistensi dari tujuan organisasi.

Unsur-unsur dasar dalam organisasi:
1. Struktur
2. Aturan (AD/ART, dll)
3. Anggota
4. Tempat (sekretariat)
Unsur-unsur yang terlibat dalam manajemen adalah:
5. MEN (manusia)
6. MATERIALS (bahan atau informasi) materi dan energi
7. MACHINES (peralatan)
8. METHODS (metode/cara kerja)
9. MONEY (uang/biaya)

MANAJEMEN DIRI

Proses manajemen diri hanya dapat dilakukan dengan mengenal diri sendiri dengan cara obyektif mengenal diri, Hargai diri sendiri, jangan memusuhi diri sendiri, berfikir positif dan rasional. Karena pada dasarnya manusia adalah pemimpin yang harus mampu memanajemen diri sendiri ”kullukum roo’in wakullukum mas’ulun an ro’iyyatihi”. Aspek-aspek manajemen diri adalah:

1. Integritas pribadi
Setiap individu manusia merupakan subyek/pelaku, tentunya diharapkan mampu menggerakkan organisasi karena eksistensi organisasi akan sangat bergantung pada kualitas indovidu sebagai bagian dari komponen organisasi. Individu yang dihrapkan adalah seorang aktivis dengan kemampuan mengintegrasikan kualitas personal melalui proses aktualisasi diri sehingga tercipta sinergisitas organisasi secara optimal dan profesional. Profesionalitas organisasi akan terwujud jika setiap individu mempunyai komponen-komponen kompetensi sebagai berikut:
Kompetensi spesialis yaitu kemampuan dan keterampilan menggunakan perangkat (software dan hardware) dengan sempurna serta mengorganisasikan di dalam menangani masalah.
Kompetensi metodik yaitu kemampuan mengumpulkan, menganalisa informasi, berorientasi tujuan kerja/organisasi dan bekerja secara sistematis.
Kompetensi individu yaitu kemampuan untuk berinovatif, dapat dipercaya serta mempunyai motivasi-kreatif.
Kompetensi sosial yaitu kemampuan berkomunikasi dengan bekerja secara kelompok.
Integritas tinggi sebagai manusia sejati (al insan kamil) adalah ketika individu mampu menempatkan kegiatan mental dan fisiknya menjadi satu kesatuan yang utuh. Suatu pekerjaan dilakukan karena keyakinan akan nilai pekerjaan itu sendiri limashlahatil ummah.

2. Pengetahuan/knowledge
Sejak masa aufklarung terjadi pergeseran nilai dan masa menuju abad pengetahuan yang rasional. Pada masa ini tumbuh pandangan humanisme yaitu kepercayaan terhadap kemampuan akal sebagai jalan menuju kesatuan humanitas, memecahkan segala misteri alam dan kehidupan sosial (Tilaar, 2005). Bloomingnya telah tercatat oleh sejarah berupa revolusi industri di Prancis. Proses manajemen diri akan berjalan sempurna bila ditunjang oleh pengetahuan yang cukup, dengan pengetahuan manusia akan mempunyai pijakan.
Pengetahuan dapat meningkatkan power seseorang, demikian juga dalam hal berorganisasi pun diperlukan individu yang mempunyai power dan right untuk mampu mentransfer beberapa kewenangan kepada pihak lain bahkan untuk mempengaruhi (influences) orang lain.

3. Kepekaan sosial
Kehidupan manusia akan berarti apabila telah dinyatakan dalam kerja/amaliah konkret. Hidup yang penuh arti adalah hidup yang dijalani dengan sungguh-sungguh dan sempurna yang di dalamnya manusia dapat mewujudkan dirinya dengan mengembangkan kecakapan-kecakapan untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai manusia yang utuh, aspek manajemen diri harus mampu berimplikasi pada kehidupan sosial masyarakat. Sehingga baginya tidak terjadi dikotomi antara kerja individu dengan kerja komunal, tidak membedakan kegiatan untuk dirinya maupun untuk masyarakat. Akan lebih ideal jika kerja individu dapat berimplikasi pada kemanfaatan atau kemaslahatan umum.

1 Komentar

Filed under Artikel Keorganisasian