IMPLEMNTASI UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALULINTAS:

Jum’at, 31 Jul 2009

Kendaraan Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari

JAKARTA – Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disahkan awal Juli. Sejumlah aturan baru terkait kampanye aman berkendara yang telah menjadi program bersama antara Jawa Pos dan kepolisian beberapa tahun terakhir diadopsi undang-undang tersebut.

Ada dua hal yang paling terlihat diadopsi UU berisi 22 bab dan 362 pasal tersebut. Yakni, kanalisasi dan light on (menyalakan lampu bagi pengendara roda dua saat siang). Light on diatur dalam pasal 107 ayat dua. Bunyinya, pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Sementara itu, pasal 108 mengatur tentang penggunaan lajur kanan yang hanya untuk kecepatan lebih tinggi, mendahului, berbelok, dan mengubah arah. Selain itu, poin-poin penjelasnya menyebutkan tentang penegasan soal penggunaan lajur kiri.

Menurut Wakapolres Jakarta Utara AKBP Nurhadi Yuwono, dua poin itu diakui sebagai adopsi dari program Safety Riding dan Responsible Riding beberapa tahun terakhir ini. ”Bermula dari Jawa Timur. Apa yang dilakukan bersama Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polwiltabes Surabaya, dan Jawa Pos banyak mendapat respons serta kajian positif,” tutur perwira yang juga terlibat dalam tim perumusan UU tersebut.

Tujuannya, mengurangi angka kecelakaan. ”Tingkat kecelakaan di Indonesia sudah sangat tinggi. Bahkan, jumlah total kecelakaan di Indonesia lebih tinggi dari total kematian akibat HIV/AIDS,” tegasnya.

AKBP Moh. Iqbal, mantan Kasatlantas Polwiltabes Surabaya yang kini menjabat Kapolres Gresik, bahkan membuat perbandingan lebih seram. Jumlah total kecelakaan di Indonesia selama setahun jauh lebih tinggi daripada total jumlah tentara AS yang mati di Iraq selama empat tahun.

Nurhadi menyatakan, pihaknya memang memperjuangkan dua poin tersebut masuk ke dalam UU tentang LLAJ yang baru. ”Dari evaluasi kami, memang masalah markah dan visibilitas masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.

Menurut dia, untuk kanalisasi, sosialisasi bisa jadi tak terlalu berat. Namun, kampanye yang mungkin akan banyak direspons adalah ketika sosialisasi tentang light on. ”Kalau lampu nyala, konsentrasi pengendara yang lain akan meningkat. Motor menjadi eye catching dan bisa menjadi peringatan bagi pengendara yang lain,” jelasnya.

Selain itu, UU baru tersebut semakin berpihak kepada para pejalan kaki. Dalam regulasinya, pengendara kendaraan bermotor harus mengutamakan pejalan kaki. Nurhadi juga menuturkan bahwa UU tersebut mengisyaratkan bahwa car free day juga akan bisa lebih sering dilaksanakan.

”Intinya, dengan UU ini, kami berharap tingkat kecelakaan semakin menurun dan ketertiban di jalan meningkat,” tegasnya.

dikutip dari jawapos.com

Tinggalkan komentar

Filed under Produk perundang-undangan RI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s