THREE WHAT

THREE WHAT

By : M.Habib.HR

Bila kita sering kali di beri nasihat oleh pendahulu-pendahulu kita tentang (patriotisme, primodialisme atau bahkan nasionalisme) atau sederhananya rasa mencintai pada Desa,Daerah dan Negara yang di wujudkan dengan mempertahankan, merawat dan melestarikan. Pendahulu-pendahulu kita juga mendapat nasihat yang sama dari pendahulu-pendahulunya dan hal seperti itu menjadi suatu kurikulum wajib yang harus di sampaikan kepada generasi penerus dan pada akhirnya akan menjadi suatu legenda, akan muncul sakralitas dalam setiap isi nasihat itu setelah itu menjadi Pen-Dramatisir-an nasihat dan pada akhirnya muncul pergeseran-pergeseran dari nilai-nilai empiris,realistis,factual menjadi dongeng pengantar anak kecil yang akan berangkat tidur menjelang malam. Manakala kita memandang sekeliling kita, dapat dilihat fenomena problematika kehidupan yang komplek,sampai pada fase ini Apa Yang Kita Lakukan,?selain merenung dan cenderung kita mencoba menghindar atau memungkiri bahwa bahwa problematika kehidupan yang komplek ada di sekitar kita. Seperti yang di katakan oleh Abraham Lincoln dalam pidato kenegaraannya di Washington DC”Don’t Ask What Making State For You But Ask What You Make For State”,hal ini di sampaikan oleh dia untuk memotivasi rakyat USA untuk memberi yang terbaik bagi Bangsa dan Negara, dalam perkembangannya tidak dapat kita pungkiri bahwa USA selalu menjadi yang terdepan di banding Negara-negara yang ada di Planet bumi ini,pertanyaannya “Apa yang mereka lakukan,?”Mereka selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mereka menjalankan seluruh aturan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap rakyat kepada Negara. Pada Fase kedua adalah “Kita Melakukan Apa?”pada konteks kehidupan sehari-hari pola kehidupan bermasyarakat di dasari semangat saling membutuhkan, saling melengkapi atau dalam dialek Jawa “Gak Ono Wong Sing Gak Butuh Wong Liyo” kalimat ini sebenarnya mengingatkan pada setiap orang untuk bersikap toleransi, membentuk kolektifitas social, kadang kita tidak menyadari sesuatu yang telah kita lakukan,kesadaran baru muncul ketika sesuatu itu berdampak Positif maupun Negatif,ketika dampak positif yang muncul dengan sombong kita berkata I’am Hero is Perfect,Is The Best, tapi ketika yang muncul adalah dampak negative, kita berusaha mencari alat untuk di jadikan tameng alas an untuk menghindari kesalahan. Pada Fase Ketiga “Apa Betul Suatu Yang Kita Lakukan Ini,?”hal inilah yang sering kali muncul dalam benak kita bentuk-bentuk kesadaran yang muncul di sertai penyesalan akibat lemahnya kontrol emosi dalam diri kita, Tiga fase di atas yang menjadi New Trilogi Pelaku Organisasi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, Trilogi ini lebih bersifat Oriented paradigm dari pada tentang subtantif paradigm, dengan munculnya sebuah Perubahan akan muncul perbaikan yang lebih baik di masa mendatang.

1 Komentar

Filed under Karya-karya tulis

One response to “THREE WHAT

  1. mys

    yang penting semuax bisa kompak n saling da pengertiaan insyaALLOH awet>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s